Posted by: mingguceria | May 27, 2008

Taman Bermain Ini Bernama God Save The Pop #2

Perjalanan kali ini membawa saya mengunjungi kota tetangga, Solo untuk menyaksikan live performance dari Efek Rumah Kaca, yang saat ini sedang ramai dibicarakan di berbagai media. Awal perjalanan ini sebenarnya untuk mengantar Oh Nina! Dan Parabolic Halo yang juga bermain di acara bernama God Save The Pop #2, namun Efek Rumah Kaca menjadi bonus extra dari perjalanan 60 kilometer yang kami lakukan.

God Save The Pop yang sudah terselenggara untuk kedua kalinya ini juga merupakan penampilan kedua kalinya Efek Rumah Kaca. Acara yang mengusung band-band indie pop ini menampilkan Parabolic Halo (Jogja), Retrival (Bandung), Alongside The Quay (Jogja), Carmen Sample Terror (Solo), Oh Nina! (Jogja), dan Efek Rumah Kaca (Jakarta). Penampilan malam itu dibuka oleh Parabolic Halo, band electronic yang merupakan side project dari personel Oh Nina! dan Ruang Maya.

Penampilan berikutnya adalah Retrival yang cukup menghentak dengan dentuman drumnya.
Penampilan berikutnya kembali dilanjutkan dengan band asal Jogja, Alonside The Quay. Band yang juga menawarkan beat cepat dengan sedikit terdengar blues dan dentuman drum yang cukup kuat memberikan nuansa yang lebih keras di antara band-band indie pop malam itu. Carmen Sample Terror merupakan satu-satunya band lokal Solo yang mengisi acara malam itu. Suara gitar yang tebal diiringi suara vocal yang kuat menunjukkan kemampuan yang memang pantas diacungi jempol.

Oh Nina!, yang bermain tepat sebelum Efek Rumah Kaca nampaknya ingin memberi kejutan untuk penonton Solo malam itu. Duo Auf–Khrisna ini memutuskan untuk tampil dengan topeng yang menyerupai kepala mainan Lego. Penonton Soo pun nampaknya sudah cukup akrab dengan lagu-lagu band electro pop asal Jogja tersebut. Tidak hanya sampai disitu, Oh Nina! pun mengajak para penonton berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dengan sentuhan khas Oh Nina!

Tiba di penghujung acara, Efek Rumah Kaca menutup acara God Save The Pop #2 dengan sangat luar biasa. Tanpa banyak bicara para penonton di hentak dengan musik mereka yang sudah tidak asing lagi. Sepuluh lagu dimainkan tanpa banyak basa basi. Penampilan yang sederhana ditambah lengkingan vocal Cholil pun nampaknya mampu memberikan sensasi dan energi yang luar biasa ke penonton Solo. Penampilan trio Cholil (vocal), Adrian (bassist), dan Akbar (drummer) ini merupakan penampilan kedua mereka di Solo namun nampaknya antusias penonton belum memudar sedikit pun. Efek Rumah Kaca nampaknya mampu membius penonton malam itu, meskipun dibalut dengan lirik-lirik yang cukup depresif namun tidak mengurangi segala kepuasan dan energi positif yang memenuhi taman bermain yang bernama God Save The Pop.

 

 

* Tengkyu Dito wat gig reviewnya dari Solo! Cheers

 

(Dan sedikit perbincangan dengan ERK bisa dilihat di INTERVIEW)

Tags: ,

Leave a response -

Your response:

Categories