Posted by: mingguceria | May 19, 2008

Konser Go Green Global: Penonton Kecewa

Konser Go Green Global: Penonton Kecewa
12/05/2008 13:05

The S.I.G.I.T tampil di Jogja. Mereka tampil dalam acara yang diadakan oleh Manajemen FE UII, Jumat malam (9/5) di Stadiun Kridosono. The Super Insurgent Group Of Intemperance Talent, atau disingkat The S.I.G.I.T, adalah sebuah band indie yang berasal dari Bandung dengan mengusung aliran rock n roll.

Malam itu, band yang juga mengisi soundtrack film Catatan Akhir Sekolah ini beraksi dalam acara musik amal dengan tema Go Green Global. Untuk makin menyemarakkan acara, dihadirkan pula sederet band Jogja.

Dibuka oleh Anggisluka, acara malam itu juga menghadirkan duo electropop yang beberapa waktu lalu baru meluncurkan album mereka, Oh, Nina! Jazz Kidding yang sesuai namanya, membawakan lagu-lagu hit beraliran jazz, mengisi panggung berikutnya. Disusul oleh Sri Redjeki, Jahanam, Sandalaras dan Dub Youth.

Berbeda dengan band-band sebelumnya, selama Dub Youth sedang mengeset alat-alat mereka di atas panggung, penonton dimanjakan oleh slide iklan-iklan jaman dulu di screen panggung. Ini rupanya berhasil membangun nuansa era 90-an awal dan membawa penonton masuk ke dalamnya. Penonton pun siap untuk menikmati side project dari Heru Shaggy Dog ini.

Lagu pertama mengalir lancar. Tapi sebelum lagu kedua berkumandang, musik justru berhenti dengan tiba-tiba dan satu persatu personil Dub Youth turun panggung. MC memberi keterangan bahwa Jogja sedang dalam rangka pernikahan putri Sri Sultan sehingga perlu mengurangi keramaian. Sedikit janggal, memang.

Namun tak lama setelah itu, The S.I.G.I.T, yang pernah dinobatkan sebagai The Hottest Rock N Roll oleh salah satu majalah musik nasional, segera mengobati mood penonton yang sempat turun. Mereka memunculkan suasana baru di atas panggung dan penonton kembali bergoyang mengikuti vokal dari Rektivianto Yoewono dengan lagu-lagu yang sebagian besar berbahasa Inggris.

00010.jpg

Akan tetapi, lagi-lagi penonton dikecewakan. Baru empat lagu dinyanyikan, mereka berhenti. Mereka menutup acara dengan sangat tergesa-gesa. Karena emosi tak terbendung, penonton yang ada di barisan depan pun mulai melempar benda-benda ke panggung.

Selesainya acara dengan tergesa-gesa ini rupanya akibat masalah perijinan waktu acara. Panitia kurang bisa mengantisipasi jalannya acara yang tidak bisa selesai tepat pada pukul 10 malam. Polisi tak bisa diajak kompromi dan acara dihentikan tiba-tiba.

Sebagian besar penikmat musik yang menunggu-nunggu aksi The S.I.G.I.T terpaksa pulang dengan keluhan panjang. Malam yang singkat dengan pertunjukkan yang mengecewakan. (burock)

Tags: ,

Responses -

salam kenal dari bandung
saya suka membaca artikelnya, jangan tanya kenapa

band kesukaanku ni, Sha.

lagu-2nya ada di kompie ku dulu

*) Puang: Makasih yaa…He..kenapa? Upsss..;)

*) M’Reza: Kalo gitu aku ngopi ya..Rock n roll yeaahhh…!

Beuh… The S.I.G.I.T sangar… ada video live show nya di Aussie dalam YouTube :)

Leave a response -

Your response:

Categories