Sabtu(15/3) malam, Jogja National Museum dipadati oleh para penikmat musik dan sastra. Mereka datang utk meramaikan acara Poetry Battle 2 yang dibuat oleh Jogja Hip-Hop Foundation,bekerja sama dg Lembaga Indonesia Perancis(LIP). Ini adalah kali ke-2, setelah tahun sebelumnya acara serupa diadakan di Kedai Kebun Forum.
Acara dipenuhi dengan aksi panggung yang sarat dengan beat-beat menghentak dari Kill the DJ, Jahanam, Rotra, DPMB, Dubyouth, Kontra, Robot Goblok, Gatholoco, Shaxied, Zapatista, Trio Gudel, Gangsta Lovin, MC Sabda.
Dan aksi musisi hip hop Jogja itu diselingi dengan pembacaan puisi yang penuh penghayatan dan ekspresi dari beberapa seniman dan artis, yaitu: Butet Kartaredjasa, Hanung Bramantyo, Happy Salma, Ria Irawan, Iwa K, Hersri Setiawan, Landung Simatupang, dan Yudi Ahmad Tajudin.
Sebuah konsep apik dan menarik yg digodog matang oleh Marzuki a.k.a Kill the DJ dengan mengusung tema mengenai perbedaan. Sebuah pembelajaran bahwa tak selamanya perbedaan menimbulkan perpecahan. Perbedaan akan menjadi sesuatu yang indah saat kita tahu bagaimana cara menyikapinya.
Review sedikit ttg acaranya:
Kurang ngangkat dibanding tahun lalu. Penonton juga dibuat menunggu agak lama krn acara yg molor kurang lebih satu jam. Jika tahun lalu penonton dibuat mandi keringat krn padatnya venue serta beat-beat yang sanggup membuat kepala dan badan bergoyang hingga akhir, humm… kali ini sepertinya agak sedikit berbeda. Masih banyak space yang kosong. Mood pun sempat naik turun, mungkin karena selingan pembacaan puisi di sela-sela aksi panggung para musisi yang sempet nendang. But overall, secara konsep..acaranya teteup OK!Ditambah dg aksi 2 DJ yg menyegarkan mata di belakang turntables mereka..heu…
Two thumbs up for: JAHANAM. Gut job for Balans,Boy,&Mamox. Dub Youth(side project dari Heru ‘Shaggy Dog’). Erno-yg tetep ganteng- dan Hanung Bramantyo utk sedikit sesi interviewnya.
Love To C da Show.
Categories:
Tags: Gig report, MenikmatiMusik